Tuesday, 23 April 2013

Entah apa yang aku fikirkan sekarang


Hidupku memang begitu indah, layaknya seorang raja yang di kermuni harta kekayaan dan wanita yang cantik. Bisa di bilang seperti itu karena aku sendiri memiliki seorang peri kecil yang begiitu perhatian dan seorang bidadari yang mampuu mengajariku sebuah arti cinta yang sebennarnya. Aku tidak habisnya bersyukur tentang hal ini. memang sebernya sangat indah perkara ini, namun di suatu sisi lain aku sendiri tidak dapat menyangkal jika keduanya bertengkar karena aku. Aku sadar sebenarnya membuat dua orang wanita jatuh cinta pada saat yang sama itu sangat jahat. Tetapi aku tidak dapat memungkirinya memang aku ini butuh mereka untuk kelangsungan hidupku.
Akhirnya aku hanya berpasrah dengan apa yang akan terjadi nanti. Aku tau ini tidak akan berjalan mulus selamanya, kecuali memang aku menjadi seorang raja nantinya. Aku hanya berharap mendapat yang terbaik diantara mereka, entah kapan yang jelas hari itu akan datang menghampiriku aku yakin akan hal itu. Semoga tuhan membantuku untuk mendapatkan yang terbaik. Untuk peri kecilku maafkan aku, aku terlalu buruk untuk menjadi pendampingmu dan untukmu bidadariku yang cantik maafkan aku karena aku sendiri masih mencari satu yang pasti diantara kalian. Aku masih terlalu bodoh untuk memutuskan satu yang pasti diantara kalian. Yang perlu kalian tau adalah, aku menyayangi kalian.

Saturday, 20 April 2013

Mencari jarum dalam tumpukan jerami



Cerita ini bermula terjadi ketika ada sekelompok sahabat yang meninggali sebuah pondok pesantren yang sangat modern untuk mencari sebah pengalaman. Berbeda dengan pondok pesantren seperti yang dikenal masyarakat umumnya. Kehidupan kami disana terasa sangat mengasikkan awalnya. Disini terasa bebas tanpa adanya peraturan yang mencolok dan tiada sanksi yang tegas dari pondok tersebut. Singkat cerita kami bernama Nadal, Tomas dan Anjar. Kami juga tidak tau kenapa kejadian ini menimpa kami. Dan singkat perkenalan aku Nadal, aku terkenal orang yang sangat pendiam diantara yang lainnya. Selain itu aku yang paling pandai menimpan uang. Temanku bernama Tomas adalah seorang yang ceroboh, dia paling boros soal uang dan yang terpenting adalah makan menurutnya. Temanku yang bernama Anjar ini adalah orang yang paling aktif diantara kami. Dia selalu ikut kegiatan kemahasiswaan di kampus kami. Disini kami bertemu dan berbaur  dengan berbagai macam manusia yang beraneka ragam sifat dan bentuknya.
Sampailah pada suatu hari kami di datangkan oleh sebuah masalah. Tertanya uang yang aku simpan hilang, aku lantas bertanya kepada kedua temanku Tomas dan Anjar. Mereka juga hendaknya benar-benar tidak mengerti kenapa aku bisa sampai kehilangan uangku tersebut. Aku sendiri tidak habis fikir dengan yang terjadi kepadaku ini. Padahal uang yang aku taruh itu sangat aman menurutku, namun entahlah aku juga tidak tau bisa sampai terjadi seperti itu. Aku bertanya kepada semua orang yang berad di sekitarku. Baru perrtama kalinya aku mengalami kejadian seperti ini. Aku juga sangat kecewa karena uang itu sendiri hendak aku jadikan sebuah modal usaha yang sangat menggiurkan. Aku tidak mengerti sesungguhnya sampai saat ini. Selang beberapa hari, temanku mengalami kejadian yang serupa dan berikutnya temanku yang satunya.
Akhirnya aku tidak tahan lagi dan melaporkan kejadian ini kepada sang pengurus. Aku juga tidak mendapatkan jawaban yang sangat pasti dari pihak pengurus tersebut. Aku akhirnya memutuskan untuk memurungkan diriku dan hanya bisa menuturkannya melalui tulisan demi tulisan yang bisa aku lontarkan. Aku berfikir, mengapa hal seperti ini dapat terjadi, padahal kami berada di pesantren yang katanya itu anak-anaknya jjur dan beragama seperti itulah. Kalau aku menuduh seseorang dalam penuduhanku aku sendiri tidak tau pasti siapa yang mngambil uang kami tersebut, hal ini membingungkan. Layaknya mencari jarum di tumpukan jerami. Hal ini memungkinkan untuk dicari, namun di suatu sisi lain juga tidak mudah untuk mencarinya. Akhirnya dari pada aku harus menusuk hidung seekor kerbau, lebih baik aku hanya diam. Darri sinilah aku mendapat sebuah pelajaran yang sangat berharga dalam hal ini untuk lebih lagi berhati-hati lagi terhadap dunia yang kejam ini dan tidak terlalu polos dengan keadaan sekitarku karena aku sendiri terpancing dalam keadaan  sekitarku sendiri.
            Andai aku bisa melihat apa yang terjadi, aku tidak akan marah pada orang yang mengambilnya. Hanya saja sangat kecewa karena telah menyiakan kebaikan dan kepercayaan yang telah aku berikan. Aku hanya berharap ada burung terbang yang pulang kembali ke sangkarnya. Walau aku tau itu tidak mungkin terjadi. Aku berimajinasi ketika aku menemukan burung yang lepas dari sangkar itu kembali dengan jarum yang aku cari dalam tumpukan jerami tersebut. Amin…..

Thursday, 18 April 2013

Akhir yang sebenernya aku ketahui


Hubunganku dengan pacarku sudah berada di ujung tanduk dan aku menyadarinya hubungan ini takan lama lagi akan segera berusai. Sempat aku ucapkan kata perpisahan untuknya dan aku mencari penggantinya. Aku berniat untuk menggantikannya dengan sesosok bidadari, dia itu temanku yang dapat menyebabkanku berubah menjadi lebih mengerti kehidupan dan aku dapat mengetahui arti hidupku yang sesuangguhnya seperti yang aku ceritakan di awal novel. Aku tau ini tidak adil, tetapi mau seperti apa lagi aku harus memilih satu yang pasti diantara keduanya.
Aku pilih sesosok bidadari itu untuk aku jadikan pendampingku suatu saat nanti, tetapi aku juga tidak mungkin secepat itu melupakan Hardianti, walau bagaimana pun dia adalah orang yang pernah menemaniku selama 18 bulan terakhir ini. Aku membuka diriku perlahan agar dapat bersatu dengan Imrani yang aku impikan. Demikian pula dengan apa yang di lakukan oleh sesosok bidadariku ini kepadaku, karena aku juga sering melukai hatinya.  Namun, Hardianti tidak pernah sudi kalau aku ini harus mencintai orang yang tidak ia sukai dan menjadi musuhnya selama ini. Aku bingung akhirnya aku mencoba merayu Hardianti dengan segala rayuanku, namun aku tetap berhubungan baik dengan sesosok bidadariku. Sampai pada suatu malam, aku mendapatkan pesan dari sesosok bidadariku itu yang berbunyi seperti ini, “kalau seandainya kamu masih berhubungan dengan dia, lebih baik aku yang harus pergi dan lanjutkan saja hubunganmu dengan dia sapai tiada rasa lagi antara kalian. Dan kembalilah padaku, carilah aku jika kamu sudah tak lagi bersama dengan dia”.
Aku menangis ketika aku menerima pesan darinya seperi ini. Aku merasa ada sesuatu yang menyentuh relung batinku saat itu. Aku yakin kalau ini akan menjadi kenyataan fikirku. Aku sendiri melakukan ini hanya untuk melindunginya dari orang kejam ini sebelum akhirnya dia salah mengerti semua ini. Aku tidak ingin kalau dia menjadi sasarannya. Aku sebenarnya melakukan ini terpaksa jika sampai Hardianti tau aku berhubungan dengan sesosok bidadariku pasti dia akan marah besar dan yang aku takutkan itu kalau dia benar-benar sampai kehilangan akal sehatnya dan melukai Imrani, inilah hal yang takan pernah aku maafkan untuk diriku sendiri.
Akhirnya aku meakukan hal yang fatal, aku juga tidak sengaja melakukannya karena aku ini benar-benar butuh uang. Karena hal ini aku berani mencoba menawari Hardianti kalau aku ini mau berbisnis pulsa dan aku memintanya kalau mau membeli pulsa belilah padaku saja. Hal ini aku lakukan semata-mata hanya untuk menambah uang untuk jajan dan tidak meminta lagi kepada orang tua. Dan bukan hanya itu, aku sedang dilanda musibah karena kehilangan banyak uang. Akhirnya dia curiga dan langsung menghujatku dengan makian yang amat mendalam.dia langsung mengancam akan memukuli sesosok bidadari manisku itu, ha ini serentak tidak akan aku biarkan. Tetapi aku mencoba membari tau kabar ini kepada dia, bahwa Hardiati ingin memukulnya. Imrani terkejut dan dengan hati yang marah, ia merespon berita ini dengan sebelah mata. Dia hanya berfikir kalau aku lebih baik bersama Hardianti, dan akhirnya dia meninggalkanku sama seperti apa yang dilakukan oleh Hardianti. Seandainya dia tau maksudku yang sebenarnya, namun semoga dia membaca ceritaku kelak dan memahami apa yang terjadi.

mau tau bagian cerita yang lainnya
tunggu selanjutnya dan jangan lupa miliki novelnya kelak :)

Saturday, 6 April 2013

aneh

membuat sebuah cerita ya mungkin itu adalah suatu jalan hidup yang aku jalani. aku sebenarnya tidak tau ingin bercerita tentang app aku ini. namun aku sangat yakin kalau ini adalah jalan hidup yang di takdirkan allah swt kepadaku sebagai hamba-Nya. untuk dari itu saya akan mencoba dari hal yang kecil ini membuat suatu karya tulis dalam sebuah blog ini. entah nama blog ini juga kurang keren karena hanya mengutip salah satu karakter jahat dari anime naruto yaitu seorang akatsuki bernamatobi atau dikenal dengan nama akatsuki obito. saya sebagai pemberi nama sendiri tidak tau akan ketertarikan apa yang membaut saya memberi nama seperti ini.

semoga dengan karya pertama saya teman-tean yang membacanya dapat mengerti dan terbawa kedalam suasana yang saya harapkan.

Friday, 22 March 2013

Pengertian Ilmu Hadits


A.     Definisi Ilmu Hadits
Menurut Prof. Dr. T.M Hasbi Ash-Shiddieqy menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “ilmu Hadits” itu ialah : “Ilmu yang berpautan dengan hadits”[1]. Mengenai difinisi ini beliau kemukakan karena banyaknya ilmu yang mempelajari hadis tentang hadis dan jumlah hadis juga sangat banyak, selain itu masa pembukuannya dan penerbitannya di antara ilmu-ilmu hadits itu sendiri tidak dalam satu periode yang sama.
Ilmu Hadits menurut ulama Mutaqadimin adalah ilmu yang mempeajari tentang cara-cara persambungan hadits sampai kepada Rasulullah SAW dari segi ihwal para periwayatnya, kedabitan, keadilan, dan dari segi bersambung tidak segi sanadnya dan sebagainya.[2]
Ilmu Hadits menurut ulama Mutaakhirin terbagi menjadi dua, yaitu ilmu hadits riwayah dan imu hadits dirayah. Kedua ilmu inimerupakan batasan yag sudah ditetapkan oleh para ulama-ulama mutaakhirin. Berikut ini adalah penjabaran dari keduanya, sebagai berikut:
1.      Ilmu Hadits Riwayah
Ilmu Hadits Riwayah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hadits-hadits yang disandarkan kepada Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, tabi’at maupun tingkah lakunya. Ada pula  menurut Ibn al-akfani sebagaimana dikutip oleh al-Suyuthi yang saya dapatkan dari buku Ilmu Hadis milik Drs. H. Muinzer Suparta M.A yaitu “ilmu pengetahuan yang mencangkup perkataan dan perbuatan Nabi SAW, baik periwayatannya, pemeliharaannya, maupun penulisan ataupun pembukuan lafaz-lafaznya”. Menurut jumhur ulama sendiri bahwa yang dimaksud Ilmu Hadits Riwayah ialah suatu ilmu untuk mengetahui sabda-sabda Nabi SAW, perbuatan Nabi, taqrir-taqrir Nabi dan sifat-sifat Beliau. Dengan kata lain yang dimaksud oleh para jumhur ulama ialah Ilmu yang membahas segala sesutu yang datang dari Nabi, baik sabdanya, perbuatannya, taqrirnya, dan sabagainnya.[3] Meurut ulama Tahqiq Ilmu Hadits Riwayah adalah ilmu yang membahas cara penyambungan hadits kepada shahih al-risalah, junjungan kita Nabi Muhammad SAW dari segi keadaan para perawinnya, mengenai kekuatan hafalan dan keadilan mereka dan dari segi keadaan sanad, putus dan berrsambungnya dan sepertinya.[4]
Objek kajian hadits riwayah adalah bagaimana cara menerima, menyampaikan kepada orang lain, dan memindahkan atau mendewankan. Dalam penyampaian dan penulisan harus disampaikan apa adanya, baik yang berkaitan dengan sanad dan matannya. Ilmu ini tidak menjabarkan tentang syadz (kejanggalan) dan ‘illat (kecacatan) matan hadits. Kemudian didalam sini juga tida membahas tentang kualitas para perawi, keadilan, kebatinan maupun fisiknya.
Faedah dari mempelajari lmu hadis riwayah ini adalah untuk menghindari adanya penukilan yang salah dari sumbernya yang pertama, yaitu Nabi Muhammad SAW. Menurut Syuhdi Ismail dalam bukunya Pengantar Ilmu Hadits faedah dan tujuan untuk mempelajari Hadits Riwayah adalah untuk mengertahui segala sesuatu yang berpautan dengan pribadi nabi dalam usaha memahami dan mengamalkan ajaran beliau guna memperoleh kemenangan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Menrut Ismil dalam bukunya tadi ulama yang terkenal atau menjadi seorang pelopor dalam hal Hadits Riwayah ini Muhammad Ibnu Syihab Az-Zuhry. Beliau ini adalah yang pertma-tama menghimpun hadits-hadits Nabi atas perintah Umar bin Abdul Aziz pada masa pemerintahannya. Beiau ini terkenal karena hafalannya yang sudah masyhur, hal ini telah diakui oleh para ulama pada saat itu. Imam Bukhari pernah menyatakan bahwa az-zuhry mampu menghafal Al-Quran hanya dalam tempo 80 malam. Hisyam bin Malik pernah meminta tolong kepada Az-Zuhry untuk menuliskan hadits-hadits Nabi untuk keperluan, sekitar 400 hadits ia diktekan kepada beliau. Setelah selang waktu 1 bulan catatan itu hilang, kemudian Hisyam meminta Az-Zuhry mendiktekannya kepada penulis, dan ternyata dua buah catatan dalam jangka waktu yang berbeda itu tidak ada perbedaan sedikitpun.
2.      Ilmu Hadits Dirayah
Ilmu Hadits Dirayah adalah  ilmu yang mempelajari tentang kaidah-kaidah untuk mengetahui hal sanad, matan, cara-cara menerima dan menyampaikan hadits sifat-sifat hadits dan sebagainnya.[5] Ada jga yang mendifinisikan Imu Hadits Dirayah adalah ilmu pengetahuan untuk mengetahui hakikat periwayatan, syarat-syarat, macam-macam, hukum-hukumnya serta untuk mengetahui keadaan para perawi, baik syarat-syratnya, macam-macam hadits yang diriwayatkan dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya.[6]
Objek kajian dari Ilmu Hadits Dirayah ini ialah keadaan para perawi dan marawiya. Pengertian keadaan disini dimaksudkan bahwa segala sesuatu yang menyangkut kepribadiannya, semisal akhak, tabi’at, dan keadaan hafalan. Sedangkan yang dimaksud dengan marwi adalah kesashihan, kedhaifan, dan dari sudaut ain yang berkaitan dengan matan[7].
Banyak hal yang dapat kita dapatkan dari mempelajari Ilmu Hadits Dirayah, diantaranya yaitu faedahnya. Faedah yang didapatkan setelah mempelajari Ilmu Hadits Dirayah, diantaranya:
a.       Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan hadits dan ilmu hadits dari masa kemasa mulai dari masa Rasulullah sampai saat ini.
b.      Dapat mengetahui tokoh-tokoh serta usaha-usaha yag telah mereka lakukan dalam mengumpulkan, memelihara, dan meriwayatkan hadits.
c.       Mengetahui kaidah-kaidah yang dipergunakan para ulama-ulama dalam mengklasifikasi hadits lebih lanjut.
d.      Dapat mngetahui istilah-istilah, nilai-nilai, dan kriteria hadits-hadits sebagai pedoman dalam beristinbath.
e.       Mengetahui kualitas sebuah hadits.[8]
f.        Untuk mengetahui dan menetapkan tentang maqbul (dapat diterima) dan mardud (tertolak) suatu hadits Nabi SAW.
g.       Sebagai mizan (neraca) yang dipergunakan untuk menghadapi Hadits Riwayah.[9]
Dalam hal tokoh Hadits Dirayah juga memiliki berbagai tokoh penting, diantaranya yaitu Al-Bukhari, Muslim, At-Turmudzy dan masih banyak lagi yang lainnya.


[1] Ismail, Syuhudi. Pengantar Ilmu Hadits, 2011. (Bandung; Angkasa) halaman 61
[2] Suparta, Muinzer. Ilmu Hadis, 2011. ( Jakarta; Rajawali Pers)  halaman 24
[3] Op.cit. ismail, Syuhudi. Halaman 62.
[4] Ash- Shiddieqy. Ilmu hadits, 2009. (Semarang: Pustaka Riski Putra) halaman 111.
[5] Op.cit  ismail, Syuhudi. Halaman 62
[6] Op.cit. Suprapta, Muinzer. Halaman  26.
[7] Ibid halaman 27
[8] Ibid Halaman 28.
[9] Op.cit. ismail, Syuhudi. Halaman 63

Sunday, 24 February 2013

5 tokoh bani umayah timur


Tokoh-tokoh bani umayyah timur

1.      Muawiyah ibn Abi Sufyan (661-680M)

Muawiyah bernama asli muawiyah bin abi sufyan bin sakhar bin harb bin umayyah bin abdi al- syams bin abdi al- manaf bin qusai al-qurasyi al-umawi.[1] Beliau dilahirkan dari sepasang suami istri yang bernama abu sofyan bin harb dan hindun binti utbah. Muawiyah diangkat menjadi pemimin pada umur 77 tahun dan menjadi khalifah pertama dalam sejarah bani umayyah.  Hal ini terjadi karena adanya perang siffin yang memerkokoh posisi muawiyah dari khalifah ali bin abu thalib. Kalau kita tarik mundur maka muawiyyah pertama masuk islam pada peristiwa umrah qadha namun beliau menyembunyikan keislamannya sampai peristiwa Fathu Makkah.

Pada masa Nabi Muhammad SAW, muawiyah ditugaskan sebagai penuis wahyu.  Pada masa khulafa ar-rasyidin muawiyah diangkat sebagai salah satu panglima perang dibawah komando utama Abu Ubaidah bin Jaharrah. Beliau berhasil menaklukan Palestina, Surriyah, dan Mesir dari tangan Imperium Romawi Timur.[2] Kemenangan demi kemenangan muawiyah dapatkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab. Pada saat pemerintahan Utsman bin Affan yang menjadi khalifah muawiyah diangkat sebagai gubernur pada wilayah Syiriyah dan Palestina yang berkedudukan di Damaskus menggantikan Abu Ubaidah bin Jarrah. Namun pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib terjadi beberapa konflik antara kaum muslimin yang menyebabkan pacahnya pendukung Ali dan Ali bin Abi thalib terbunuh karena konflik tersebut.

Setelah Ali bin Abi Thalib terbunuh, kekuasaan tertinggi dipegang oleh anaknya yaitu Hasan bin Ali. Namun karena keadaan yang tidak menentu, setelah tiga bulan akhirnya Hasan mengundurkan diri dan menyerahkan jabatan khalifah terhadap Muawiyah. Muawiyah sering dikenal dengan negarawan sekaligus politikus yang sangat cerdik.

2.      Abdul Al- Malik bin Marwan (685-705M).

Abdul Malik bin Marwan adalah khalifah ke-5 dari Dinasti Umayyah. Beliau menjabat sebagai khalifah pada usia 39tahun. Beliau menjadi khalifah atas wasiat ayahanda, Marwan bin Hakam. Selama 21 tahun beliau berkuasa, dan menjadi khalifah yang perkasa, negarawan yang berwibawa, serta mampu memulihkan kesatuan kaum muslim. Semasa kepemimpinannya beliau berhasil menundukan Balkh (Afganistan), Bukhara (Uzbekistan), Khawariz, Ferghana, dan Samarkand.[3] Setelah itu Abdul Malik menyerang Romawi untuk merebut Asia kecil dan Armenia, bersamaan dengan ini Abdul Malik mengirim pasukan berkuda menuju Afrika Utara dengan dibantu oleh pasukan dari Mesir dan Libiya.

Akhirnya pasukan berhasil menduduki Benteng Kartago dan berhasil menghalau pasukan Barbar dibawah pimpinan Ratu Kahina di wilayah Al-Jazair. Ratu Kahina tertangkap dan diberi hukuman mati. Ketika kaum muslimini mengalami kemenangan dan kemenangan dalam pertempuran khalifah Abdul Malik bin Marwan wafat. Kemudian selain itu beliau juga menjadikan bahasa arab adalah bahasa resmi dalam administrator.[4] Dalam sejarah, Abdul Malik dikenal dengan julukan “Abdul Muluk” atau ayah dari para khalifah.[5]

3.      Al- Walid bin Abdul Malik (705-715M)

Setelah Abdul Malik wafat kekhalifahan jatuh pada anak sulungnya yaitu Al- Walid ibn Abdul Malik. Seperti yang dilakukan oleh ayahnya Abdul Malik, Al- Walid melanjutkan pemerintahan yang efektif. Beliau mengmbangkan sistim kesejahteraan, mmbangun rumah sakit, institusi pendidikan, dan langkah-langkah untuk apresiasi seni. Beliau termasuk kedalam seorang penggemar berat seni, hal ini terbukti dalam hal pembangunan kembali Masjid Nabawi di Madianah pada tahun 706 M. beliau juga mengubah Basilika Kristen St. Yohanes Pembaptis menjadi sebuah masjid yang sangat megah yang dewasa ini dikenal dengan Masjid Agung Damaskus atau Masjid Umayyah. Selain itu Al- Walid termasuk orang yang murah hati, karya yang paling terbesar untuk negrinya ialah beliau mengumpulkan anak-anak yatim, kemudian diberikannya jaminan kehidupan yang layak dan pendidikan untuk mereka. Bagi orang yang cacat diberikan pelayanan khusus dan bagi orang yang buta (Tunanetra) disediakannya alat bantu tongkat untuk membantu ereka berjalan.

Dibalik kesuksesan Al- Walid ternyata ada sesosok sentral yang sangat sentral berjasa dalam perluasan dan kekuatan pemerintahan umayyah, seorang ini juga yang berada di balik kesuksesan ayah Al- Walid dulu yaitu Abdul Malik. Beliau adalah Al- Hajaj, dalam pemerintahan Al- Walid belia berhasil menaklukan Transoxiana (706M), Sindh (712M), sebagian Perancis (711M), Punjab dan Khawarizm (712M) Kabul (713M), Tus (715M), Spanyol (711M) dan tempat lainnya.[6]

4.      Umar ibn  Abdul Al-Aziz ( 717-720M)

Umar ibn Abdul Al-Aziz adalah khalifah setelah Sulaiman bin Abdul Malik. Beliau menjadi khalifah setelah menerima surat wasiat setelah sepupunya Sulaiman bin Abdul Maik wafat.[7] Ayahnya adalah Abdul Aziz bin Marwan dan ibunya bernama Laela bin ashim, Umar ini adalah cicit dari Khulafah Ar-Rasyidin kedua yaitu Umar bin Khatab.[8] Setelah beliau maju sebagai khalifah yang baru, beliau berhasil meredam pasukan oposisi anarkis dan berujung membaik pada saat ia menjabat. Ketika beliau dinobatkan menjadi kalifah ia pernah berkata, seperti yang saya kutip dalam buku sejarah peradaban islam karya Dr. Badri Yatim, M.A, “memperbaiki dan meningkatkan negri yang berada dalam wilayah islam lebih baik dari pada menmbah perluasannya”.[9] Walau masa pemerintahannya terhitung singkat namun beliau berhasil menjalin hubungan baik dengan golongan Syi’ah, beliau juga memberi kebebasan untuk penganut agama lain untuk menjalankan ibadahnya sesuai degan keyakinan dan kepercayaannya masing-masing, dan juga meringankan pajak. Banyak yang menganggap beliau ini sebagai khuafah Ar-Rasyidin ke-5, karena sikap beliau yang hamper mewarisi mendiang kakeknya  khalifah Umar bin Khatab.
5.      Hisyam bin Abdul Al-Malik (724-743M)

Hisyam bin Abdul Al-Malik adalah kalifah ke-10 dalam pemerintahan Bani Umayyah. Dalam masa pemerintahannya beliau cukup lama menjabat sebagai khalifah yaitu berkira 18-19 tahun. Selama beliau menjabat banyak sekali perlawanan dari para pemberontak, walau Hisyam terkenal sangat kuat dan terampil.[10] Banyak hal yang dilakukan oleh khalifah Hasyim, seperti halnya saudara Al-Walid I, beliau merupakan pelindung seni yang besar sehingga mengakibatkan berkembangnya seni itu di negaranya. Selain itu ia juga membangun banyak sekolah-sekolah, mengawasi penerjemahan karya-karya besar sastra dan ilmiah kedalam bahasa arab dan yang terpenting dapat mempersatukan garis keturunan Umayyah. Dalam bidang militer beliau berhasil merredam kepemimpinan hindu dibawah pemerintahan Jai Signh di Sind, hal ini juga yang membuat Daulah Umayyah menegaskan kembali kekuasaannya di India.

Dalam penyerangannya ke wilayah Prancis Selatan, Khalifah Hisyaam mengutus panglimanya yang bernama Anbas bin Syuhain sebagai gubernur di daerah Andalusia menggantikan Sammah bin Malik Al-Khaulani yang gugur. Dengan kekuatan yang besar panglima Anbas percaya diri dengan menyebrang ke pegunungan Pyren dan menaklukan wilayah Nanbonne di Selatan Prancis. Selanjutnya ia meju ke Marseilles dan Avignon serta Lyon, menerobos wilayah Burgundy.[11] Kemenagan demi kemaenangan manambah kepercayaan diri Anbas sampailah kedaerah benteng sens letaknya sekitar 100 mil dari Paris ibu kota Neustria kala itu. Namun Karel Martel yang menjabat pejabat kala itu menghadang pasukan kaum muslim. Pasukan muslim pimpinan panglima Anbas kalah, panglima Anbas gugur dan pasukannya bertahan dalam Parancis Selatan.berita ini sampai ke Damaskus dan terdengar oleh Khalifah Hisyam. Khalifah Hisyam segera menunjuk pangima Al-Ghafiqi yang langsung menggantikan panglima Anbas yang gugur sebelumnya. Enam than setelah beliau menjabat sebagai panglima akhirnya beliau berhasil memukul mundur pasukan Karel Matel. Sejak saat itu nama panglima Al- Ghafiqi tersebar luas dikalangan rakyat Eropa. Karel Martel dan Raja Teodorick IV menyuruh seluruh warga Eropa untuk memberikan perlawanan kepada kaum muslimin sehingga menyebabkan panglima Al- Ghafiqi gugur.

Khalifa Hisyam wafat dalam usia 55 tahun, mananya cukup harum dalam sejarah peradaban islam, karena dalam ketegasannya beliau senantiasa mendengarkan nasihat dari para ulama. Sepeninggalan Khalifah Hisyam wafat para pemimpin Daulah Umayyah tidak hanya lemah namun juga bermoral rendah, disisi lain gerakan oposisi bertambah kuat. Sehingga pada masa pemerintahan khalifah terakhir Daulah Umayyah yaitu Marwan bin Muhammad pada 750 M Daulah Umayyah jatuh dan digantikan oleh Daulah baru yaitu Daulah Abbasiyah.




[1] Endah cute, 2012. Biografi khalifah muawiyyah. Ndahrahmadhani.blogspot.com.
[2] Ibid.
[3] Yatim, Badri. 2010. Sejarah peradaban islam. Jakarta.  PT. Raja Grafindo, Halaman 43.
[4] Aditya, Bayu. 2007. Sejrah keluarga bani umayyah. Bayuah.blogspot.com
[5] Endah cute, 2012. Biografi khalifah abdul malik. Ndahrahmadhani.blogspot.com.
[6] Id.wikipedia.com
[7] Hafazli. 2011, Umar bin Abdul Al- Aziz history bani umayyah. Hafazli.blogspot.com
[8] Ibid.
[9] Yatim, Badri. 2010. Sejarah peradaban islam. Jakarta.  PT. Raja Grafindo, Halaman 47.
[10] Badri Hasyim. Ibid. halaman 47.
[11] Republika.co.id

Saturday, 23 February 2013

Maaf aku jatuh cinta lagi



Kau yang dulu aku cinta
Dan kau yang dulu aku saying
Mengapa kini
Aku merasa sesuatu yang berbeda

Sejak aku mengenal dia
Rasanya aku jatuh cinta
Aku tak tahu mengapa
Mengapa semua ini bisa

Aku seperti ini bukan tanpa
Suatu sebab ataupun apa
Tetapi hanya saja
Hatiku telah luluh olehnya

Maaf aku jatuh cinta lagi
Izinkan hanya hari ini
Biarkanlah aku nikmati
Dan aku pasti akan kembali

Aku merasa ingin memiliki
Namun aku telah memilikimu
Dirimu yang selama ini
Memberi arti dalam hidupku